
Banyak cara untuk memperingati Hari Kartini salah satunya adalah mengundang para wanita fakir miskin untuk memperingati hari istimewa para kaum perempuan itu. Seperti yang digelar di Ndalem Pojok Situs Bung Karno Kediri, 17 Arpil 2015 lalu. Menurut panitia cara ini penting demi mengingat perjuangan RA. Kartini.
Umumnya Hari Kartini hanya diperingati oleh orang mampu. Mampu sewa baju, mampu pergi ke salon, mempu merias diri, dan lain-lain.”Kami melihat para wanita fakir miskin jarang bisa memperingati Hari Kartini. Jangankan untuk beli baju, buat makan saja kadang susah,” terang Sri Mulya Hartatik Panitia dari Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia yang Dijiwai Manunggalnya Keimanan dan Kemanusiaandalam sambutanya.
Kita terus seperti itu, dengan tidak ada perhatian terhadap wanita yang lemah, dia menjelaskan, bearti peringatan Hari Kartini bisa dikatakan bertentangan dengan jiwa Kartini. Sebab jiwa Kartini itu adalah memperjuangkan kaum wanita, bukan hanya memikirkan dan sibuk dengan dirinya sendiri. “Kartini itu orangnya sederhana dan peduli pada orang lain,” tambahnya.
Seumpama, Sri Mulya menjelaskan, pada hari itu semua orang yang mengadakan peringatan Kartini dengan tidak lagi memikirkan dirinya sendiri tapi memikirkan nasibnya kaum wanita yang lemah. “Pasti sungguh hebat, misalkan mulai dari istri presiden sampai pak RT memberi contoh yang seperti itu,” ujarnya.
Midah, salah seorang wanita dhu’afa yang menerima paket santunan mengungkapkan akan kegembiranya. “Alhamdulillah saya senang diberi disini,” aku nenek 75 tahun itu. Ia bersama 20 wanita fakir miskin lainnya semangat mengikuti acara peringatan Hari Kartini di Situs Bung Karno. “Saya datang habis magrib sejak acara belum di mulai,” ujar Sipah rekan Midah.
Sejumlah 21 wanita fakir miskin di mulyakan pada malam itu. Masing-masing mendapat paket santunan berisi peralatan masak, sembako dan uang saku. “Satu paketnya senilai Rp 100an,” ujar Supiyah panitia. Acara santunan dalam rangka memperingati Hari Kartini ini juga dimeriahkan dengan pagelaran tari, baca puisi dan wayang kulit dengan dalang perempuan.*




