KEDIRI – Sebuah langkah besar untuk menyelamatkan masa depan generasi muda resmi dimulai. Menyadari bahwa tantangan degradasi moral remaja tidak cukup hanya dihadapi dengan pendekatan hukum, Polres Kediri Kota mengambil langkah visioner dengan menjalin sinergi spiritual bersama Perkumpulan Instruktur Pegiat Jati Diri Bangsa (PIPJATBANG).
Langkah bersejarah ini ditandai dengan kunjungan silaturahmi pengurus PIPJATBANG ke ruang kerja Kapolres Kediri Kota pada Rabu (25/02/2026). Pertemuan satu hari yang penuh kehangatan ini menjadi titik balik penting dalam upaya mengembalikan jati diri remaja Kediri ke akar etika luhur Nusantara.
Sekjen PIPJATBANG, R. Kushartono, S.M. mengungkapkan bahwa inisiatif ini lahir dari keprihatinan mendalam terhadap fenomena perilaku remaja yang kian menjauh dari norma sosial. Sebagai organisasi yang fokus pada penguatan rasa, cipta, dan karsa, PIPJATBANG menawarkan metode pembinaan yang menyentuh sisi batiniah dan jati diri.
“Kami hadir membawa semangat penguatan karakter. PIPJATBANG siap berkolaborasi penuh dengan Polres Kediri Kota untuk membina remaja yang kurang kasih sayang, agar mereka kembali ke koridor etika dan memiliki jati diri bangsa yang kokoh,” ujar R. Kushartono, S.M di sela pertemuan.
Kapolres Kediri Kota, AKBP Anggi Saputra Ibrahim, S.H., S.I.K., M.H., menyambut hangat gagasan tersebut. Didampingi Wakapolres Kompol Putu Gde Caka Pratyaksa Ratsuko serta jajaran Kasat, Kapolres menegaskan bahwa menjaga kondusivitas wilayah memerlukan pendekatan persuasif yang menyentuh akar permasalahan moral.
“Kami sangat mengapresiasi niat baik dari PIPJATBANG. Pada prinsipnya, Polres Kediri Kota sangat terbuka terhadap kolaborasi positif yang bertujuan membangun karakter dan memperkuat moral anak bangsa,” tegas AKBP Anggi.
Meskipun menyambut baik sinergi spiritual ini, Kapolres menambahkan bahwa implementasi program nantinya akan melalui kajian mendalam agar tetap selaras dengan aspek hukum dan mekanisme yang berlaku di kepolisian.
Pertemuan strategis ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh lintas sektor, di antaranya R.M., W.T. Suhardono,S.E. (Ketua Situs Ndalem Pojok Persada Sukarno), Budiino (Wakil Ketua PIPJATBANG Jawa Timur), AKP Tutud Yudho Prastyawan (Kasat Lantas), serta AKP Cahyo Widodo (Kasat Binmas).
Melalui sinergitas ini, diharapkan lahir pola pembinaan yang mampu mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki benteng spiritual yang kuat. Fokus utamanya adalah melahirkan remaja yang bangga akan identitas bangsanya dan beretika dalam bertindak.*Salam





