• Beranda
  • Jati Diri
    • Pengenalan Ndalem Pojok
    • Arti Penting
    • Sejarah itu Pendidikan
  • Situs
    • Kamar Bayi Koesno
    • Kamar Presiden
    • Kamar Masa Muda Soekarno
    • Kopyah Miring
    • Pintu Soekarno
    • Pohon Kantil
    • Pohon Kepuh
  • Kegiatan
    • Mocopatan
    • Hari Hari Besar Nasional
    • Seni Keroncong
    • Seni Tari
    • Seni Karawitan
    • Belajar Sinden
    • Belajar Gamelan
    • Belajar Tari
    • Belajar Teater
    • Upacara 17
    • Upacara 28
    • Sarasehan
    • Santunan
  • Artikel
  • Berita
  • Galeri
  • Login
Situs Bung Karno | Sumunaring Ndalem Pojok
  • Beranda
  • Jati Diri
    • Pengenalan Ndalem Pojok
    • Arti Penting
    • Sejarah itu Pendidikan
  • Situs
    • Kamar Bayi Koesno
    • Kamar Presiden
    • Kamar Masa Muda Soekarno
    • Kopyah Miring
    • Pintu Soekarno
    • Pohon Kantil
    • Pohon Kepuh
  • Kegiatan
    • Mocopatan
    • Hari Hari Besar Nasional
    • Seni Keroncong
    • Seni Tari
    • Seni Karawitan
    • Belajar Sinden
    • Belajar Gamelan
    • Belajar Tari
    • Belajar Teater
    • Upacara 17
    • Upacara 28
    • Sarasehan
    • Santunan
  • Artikel
  • Berita
  • Galeri
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Jati Diri
    • Pengenalan Ndalem Pojok
    • Arti Penting
    • Sejarah itu Pendidikan
  • Situs
    • Kamar Bayi Koesno
    • Kamar Presiden
    • Kamar Masa Muda Soekarno
    • Kopyah Miring
    • Pintu Soekarno
    • Pohon Kantil
    • Pohon Kepuh
  • Kegiatan
    • Mocopatan
    • Hari Hari Besar Nasional
    • Seni Keroncong
    • Seni Tari
    • Seni Karawitan
    • Belajar Sinden
    • Belajar Gamelan
    • Belajar Tari
    • Belajar Teater
    • Upacara 17
    • Upacara 28
    • Sarasehan
    • Santunan
  • Artikel
  • Berita
  • Galeri
No Result
View All Result
Situs Bung Karno
No Result
View All Result
Beranda Berita

Usia 73 Tahun Mampu Pentas 6 Jam Nonstop

Senin, 20 April 2015
| Waktu baca 2 menit
A A
Usia 73 Tahun Mampu Pentas 6 Jam Nonstop

TopikSelaras

BINLAT Karakter Jati Diri Jadi Model Pendidikan Alternatif  2026

BINLAT Karakter Jati Diri Jadi Model Pendidikan Alternatif 2026

Kamis, 1 Januari 2026
Jelang Tahun Baru 2026, Pendidikan Karakter Jati Diri Bangsa Digelar di Situs Bung Karno Kediri

Jelang Tahun Baru 2026, Pendidikan Karakter Jati Diri Bangsa Digelar di Situs Bung Karno Kediri

Rabu, 31 Desember 2025

SURYA.CO.ID | KEDIRI – Usia tidak menghalangi seniman dalang perempuan Nyi Partini untuk terus berkarya. Meski usianya sudah 73 tahun, namun Nyi Partini mampu tampil 6 jam nonstop di Situs Masa Kecil Bung Karno di Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, pekan lalu.

Nyi Partini terlahir dari keluarga seniman yang sangat nguri-nguri Budaya Jawa. Orangtuanya merupakan seniman karena menjadi pengrawit atau penabuh gamelan grup kesenian.

Suaminya almarhum Parto Sentono alias Ki Dalang Songko juga seorang dalang kondang di masanya. Konon Ki Dalang Songko juga seorang perajin wayang kulit. lazimnya dalang di masa lalu. “Saya yang membantu suami sejak menguliti kulit sapi sampai dibuat menjadi wayang,” ungkap Nyi Partini.

Namun diakui Partini, saat suaminya masih hidup, dia kurang begitu tertarik untuk menjadi dalang. Namun Partini selalu setia mendampingi suaminya mendalang ke sejumlah daerah.

Sementara ketertarikan Partini untuk meneruskan profesi suaminya justru muncul setelah sang suami meninggal. “Di rumah ada seperangkat gamelan berikut wayangnya. Sejak suami meninggal tak pernah dimanfaatkan,” ungkapnya.

Akhirnya Partini mencoba untuk pentas dengan membawakan lakon yang dirancangnya sendiri. Pentasnya pertama kali di rumahnya Desa Batuaji, Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri, saat ada reuni dan halal bi halal keluarga sepuluh tahun silam.

Pihak keluarga sendiri sempat kaget setelah mengetahui ibunya ternyata bisa mendalang dengan cukup baik. “Kami tak pernah tahu ibu latihan mendalang tapi tiba-tiba ingin pentas menjadi dalang,” ungkap Giyanti, anak perempuannya.

Sukses pentas di rumah membuat Partini semakin dikenal sebagai dalang perempuan otodidak. Hampir semua kemampuan mendalang dimiliki, hanya satu kekurangannya, yakni sudah tidak kuat melakukan suluk atau bersuara tinggi.

“Kalau suluk saya sudah tak kuat, maklum umurnya sudah tua,” ungkap Partini nenek dari 11 cucu serta dua cicit.

Namun Partini tetap mampu mendalang dengan durasi setengah malam. Pentas terakhir pekan lalu digelar di Situs Masa Kecil Bung Karno Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri.

Pada pentas selama 6 jam nonstop itu Nyi Partini membawakan lakon “Babat Alas Mertani”. Pihak keluarga sendiri sempat was-was karena Partini baru menjalani opname di rumah sakit karena tekanan darahnya naik.

Dengan menjadi dalang perempuan Nyi Partini mencoba mendobrak dominasi dalang pria. Padahal perempuan juga tidak kalah untuk menjadi dalang yang baik.
Langkah Partini menjadi seniman dalang juga menitis kepada Giyanti (45), salah satu anak perempuannya.

Namun Giyanti saat ini lebih memilih untuk menjadi pesinden. Giyanti sering kebanjiran order pentas bersama dalang terkemuka. Salah satu cucunya Nurwahid Fuad Hariri (22) tampaknya juga tertarik untuk melanjutkan profesi kakek dan neneknya mennjadi dalang. “Dari 11 cucu saya, hanya Fuad yang berminat untuk menjadi dalang,” ungkap Nyi Partini.

Partini berharap darah seniman yang ada di keluarga terus mengalir kepada anak cucunya. Dia juga berharap ada anak keturunannya yang mau menjadi dalang.* Didik Mashudi

 

      
Tags: 17 agustus 194518 agustus 1945bung karnoindonesiakebangsaankedirikemerdekaan bangsa indonesiakemerdekaan indonesiakemerdekaan republik indonesiakoesnomasa kecil bung karnonasionalismeproklamasiproklamatorrumah bung karnorumah ndalem pojoksitus bung karnosoekarnosukarnowates
Artikel berikutnya
Unikinya Peringatan Hardiknas di rumah Bung Karno

Unikinya Peringatan Hardiknas di rumah Bung Karno

Upacara Hardiknas, Siswa Tuliskan Cita Cita Dan Diterbangkan Dengan Balon

Upacara Hardiknas, Siswa Tuliskan Cita Cita Dan Diterbangkan Dengan Balon

“Bangunlah Jiwanya, Bangunlah Badannya untuk Indonesia Raya”

“Bangunlah Jiwanya, Bangunlah Badannya untuk Indonesia Raya”

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs Bung Karno

© 2022 Situs Bung Karno - Sumunaring Ndalem Pojok - Pancasila Sudah Final.

Navigasi Situs

  • Ini Kami
  • Kontak
  • id ID
    • en EN
    • id ID

Ikuti Kami

  • Beranda
  • Jati Diri
    • Pengenalan Ndalem Pojok
    • Arti Penting
    • Sejarah itu Pendidikan
  • Situs
    • Kamar Bayi Koesno
    • Kamar Presiden
    • Kamar Masa Muda Soekarno
    • Kopyah Miring
    • Pintu Soekarno
    • Pohon Kantil
    • Pohon Kepuh
  • Kegiatan
    • Mocopatan
    • Hari Hari Besar Nasional
    • Seni Keroncong
    • Seni Tari
    • Seni Karawitan
    • Belajar Sinden
    • Belajar Gamelan
    • Belajar Tari
    • Belajar Teater
    • Upacara 17
    • Upacara 28
    • Sarasehan
    • Santunan
  • Artikel
  • Berita
  • Galeri
  • Login

© 2022 Situs Bung Karno - Sumunaring Ndalem Pojok - Pancasila Sudah Final.

Sugeng rawuh 🙏😊

Login via Google
ATAU

Masukkan username dan password

Lupa password?

Kembalikan Password

Masukkan username atau alamat email untuk mereset password.

Log In

Add New Playlist