• Beranda
  • Jati Diri
    • Pengenalan Ndalem Pojok
    • Arti Penting
    • Sejarah itu Pendidikan
  • Situs
    • Kamar Bayi Koesno
    • Kamar Presiden
    • Kamar Masa Muda Soekarno
    • Kopyah Miring
    • Pintu Soekarno
    • Pohon Kantil
    • Pohon Kepuh
  • Kegiatan
    • Mocopatan
    • Hari Hari Besar Nasional
    • Seni Keroncong
    • Seni Tari
    • Seni Karawitan
    • Belajar Sinden
    • Belajar Gamelan
    • Belajar Tari
    • Belajar Teater
    • Upacara 17
    • Upacara 28
    • Sarasehan
    • Santunan
  • Artikel
  • Berita
  • Galeri
  • Login
Situs Bung Karno | Sumunaring Ndalem Pojok
  • Beranda
  • Jati Diri
    • Pengenalan Ndalem Pojok
    • Arti Penting
    • Sejarah itu Pendidikan
  • Situs
    • Kamar Bayi Koesno
    • Kamar Presiden
    • Kamar Masa Muda Soekarno
    • Kopyah Miring
    • Pintu Soekarno
    • Pohon Kantil
    • Pohon Kepuh
  • Kegiatan
    • Mocopatan
    • Hari Hari Besar Nasional
    • Seni Keroncong
    • Seni Tari
    • Seni Karawitan
    • Belajar Sinden
    • Belajar Gamelan
    • Belajar Tari
    • Belajar Teater
    • Upacara 17
    • Upacara 28
    • Sarasehan
    • Santunan
  • Artikel
  • Berita
  • Galeri
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Jati Diri
    • Pengenalan Ndalem Pojok
    • Arti Penting
    • Sejarah itu Pendidikan
  • Situs
    • Kamar Bayi Koesno
    • Kamar Presiden
    • Kamar Masa Muda Soekarno
    • Kopyah Miring
    • Pintu Soekarno
    • Pohon Kantil
    • Pohon Kepuh
  • Kegiatan
    • Mocopatan
    • Hari Hari Besar Nasional
    • Seni Keroncong
    • Seni Tari
    • Seni Karawitan
    • Belajar Sinden
    • Belajar Gamelan
    • Belajar Tari
    • Belajar Teater
    • Upacara 17
    • Upacara 28
    • Sarasehan
    • Santunan
  • Artikel
  • Berita
  • Galeri
No Result
View All Result
Situs Bung Karno
No Result
View All Result
Beranda Artikel

KARTINI MEMANGGIL “Pidato Hari Kartini Situs Bung Karno Kediri”

Senin, 20 April 2015
| Waktu baca 3 menit
A A
Wanita Idola

TopikSelaras

Bunga Kantil Asama di Ndalem Pojok: Simbol Cinta yang Menyatukan Jawa dan Bali

Bunga Kantil Asama di Ndalem Pojok: Simbol Cinta yang Menyatukan Jawa dan Bali

Selasa, 10 Februari 2026
Di Bawah Pohon Beringin Bung Karno Menemukan Rahasia Kekuatan Pidatonya

Di Bawah Pohon Beringin Bung Karno Menemukan Rahasia Kekuatan Pidatonya

Selasa, 10 Februari 2026

Salam  Berkat Rohmat Alloh Yang Maha Kuasa

Kepada Yth Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia Yang Dijiwai Manunggalnya keimanan dan kemanusiaan Kab Kediri. Bersama perwakilan tokoh lintas agama: dari Islam,  Kristen, Hindu, Budha, Konghucu.

Yth. Ketua Situs Bung Karno dan hadir yang dimuliakan Alloh

Pertama Kami mengucap Syukur Kepada Alloh,Tuhan Yang Maha Esa. Atas Berkat Rohmat Alloh Yang Maha Kuasa,  pada malam hari ini kita dapat  berkumpul dalam rangka Santunan dan Doa bersama, sekaligus pagelaran tari dan wayang kulit memperingati Hari Kartini. Semoga Tuhan Yang Maha Esa, senantiasa memberkati merohmati.

Ibu Bapak dan saudara semua yang kami mulyakan…..

Mengapakah kita  harus mengadakan peringatan Hari Kartini? Apa dasarnya?   Menurut hemat kami, Sebab mengadakan peringatan itu adalah perintah Tuhan Yang Maha Esa. Dan peringatan itu banyak mengandung hikmah.  

Misal, di Islam ada ada peringatan Maulid Nabi dsb, di Kristen ada peringatan  Isa Almasih, di Budha ada  Waisak, Hindu ada Galungan, Konghucu ada Imlek.  Dan  peringatan hari Kartini untuk semuanya, semua bangsa Indonesia, yang beragama apa saja, wajib memperingati hari Kartini.

Ibu Bapak dan saudara semua yang kami mulyakan………

Kalau  Hari Kartini tidak kita peringati, kita takut anak-anak kita nanti tidak ngerti kepada Kartini. Tanda-tanda itu sudah mulai tampak. Misalnya kalau ditanya siapa wanita idolamu Nak? .. Jodha Akbar, Marsa, Doremon, Berbie…Celaka…,  bencana besar bila anak-anak sebagai generasi penerus bangsa tidak tau siapa Kartini.

Kartini lahir pada 21 April tahun 1879 di kota Jepara, Jawa Tengah Putri seorang Bupati Jepara. Begitukah? Bukan itu yang kami maksud. Siapa Kartini itu? Sosok seperti apa…..kita fahami seperti apa Kartini itu. Ini jauh lebih penting dari pada sekedar menghafalkan angka-angka sejarah.

Umumnya karena setiap hari Kartini banyak mengadakan peringatan dengan memakai busana kebaya…anak-anak yang berfikir cekak  lalu menafsirkan, Kartini itu ya kebaya…..Kartini itu pakian adat Jawa….. Bukan, bukan itu. Kebaya itu pakain Kartini,  tapi bukan Kartini. Beda.

Ibu Bapak dan saudara semua yang kami mulyakan………

Tadi kita bersama-sama telah menyanyikan lagu “Ibu Kita Kartini” didalam lagu itulah kita bisa mengetahui Siapakah Kartini itu? seperti apakah Kartini itu.

Ibu kita Kartini, putri sejati (Kartini itu putri sejati, bukan kebaya, bukan jarik, bukan pakian adat) Putri Indonesia, harum namanya (Putri Indonesia yang harum namanya, bukan putri Indonesia yang terkenal, terkenal belum tentu harum)

Ibu kita Kartini, pendekar bangsa (pendekar, bukan pecundang)  Pendekar kaumnya untuk merdeka (pembela, pejuang kaum perempuan untuk merdeka)

Wahai ibu kita Kartini putri yang mulia (Putri yang mulia) Sungguh besar cita-citanya

bagi Indonesia (mengapa disebut putri mulia, kerena punya cita-cita yang agung, yang besar, yang mulia).

Bait pertama lagu ini,  berisi siapa sebenarnya Kartini. Yaitu seorang wanita yang sejati, seorang putri sejati, seorang wanita yang harum namanya.

Bait Kedua menerangkan ciri-ciri wanita sejati, ciri-ciri wanita yang harum namanya? Yaitu  wanita pembela, wanita pejuang yang berjuang dan berkorban untuk orang lain.

Kemudian bait ketiga, menjelaskan bagaimana caranya untuk bisa menjadi wanita pejuang seperti Kartini. Bagaiman caranya? ada syarat mutlak yang harus dimiliki. Yaitu  harus mempunyai cita-cita yang mulia, harus mempunyai cita-cita yang besar yang luhur.

Ibu Bapak dan saudara semua yang kami mulyakan………

Penting sekali memiliki anak yang mempunyai cita-cita luhur, cita-cita pejuang, yang mau memikirkan dan berkorban untuk orang lain. Tidak cukup kita memiliki anak-anak yang hanya memikirkan dirinya sendiri, nasibnya sendiri, kesenanganya sendiri.

Semua orang-besar di dunia ini, tidak ada yang hanya memikirkan dirinya sendiri, semua memiliki jiwa besar memikirkan orang lain.  Nabi Muhammad, Isa Almasih, Sidarta Gautama, Krisna, Konghucu. Semua adalah pejuang-pejuang bagi orang lain, bagi umat manusia.

Coba kita bayangkan… seandainya para nenek moyang  kita  itu hanya memikirkan dirinya sendiri, hanya sibuk dengan urusanya sendiri, tidak memikirkan nasib  rakyat dan bangsa Indonesia. Mana mungkin Indonesia bisa merdeka? Pasti mustahil.

Begitu juga kedepan. Anak-anak kita adalah generasi penerus yang akan memimpin bangsa ini kedepan.  Coba bayangkan jika para pemimpin bangsa kedepan tidak memiliki jiwa pejuang yang mau berkorban untuk orang lain. Bagaimana jadinya nanti….

Seandainya  ia jadi presiden, presiden itu hanya memikirkan dirinya sendiri, memirkan kesenganya sendiri, bagaimana jadinya

Seandainya  ia jadi gubernur, ia hanya memikirkan dirinya sendiri, kelompknya sendiri, handai taulannya sendiri. Bagaimana jadinya?

Seandainya  ia jadi bupati, RT atau RW ia hanya memikirkan dirinya sendiri. Tentu ia hanya akan memperkaya dirinya sendiri, semua kebijakan-kebijakan hanya untuk kepentingan dirinya dan kelompoknya, kekuasannya hanya untuk kepentingan dirinya sendiri dan golonganya. Sungguh celaka…..

Ibu Bapak dan saudara semua yang kami mulyakan….

Mudah-mudahan kita bisa memiliki generasi seperti Kartini. Generasi sejati yang harum namanya. Yang memiliki cita-cita sebagai pejuang, mau berkorban untuk  bansga ini.

Inilah spirit Kartini yang  harus kita ambil. Amin. Semoga Alloh yang Maha Berkat, Maha Rohmat Memberkati, Merohmati semua ini. Amin

Wassalamu’alikum Wr.Wr.

Salam Sejahtera, Namo Budhaya, Om Swasti Astu, Rahayu….

      
Tags: 17 agustus 194518 agustus 1945bung karnoindonesiakebangsaankedirikemerdekaan bangsa indonesiakemerdekaan indonesiakemerdekaan republik indonesiakoesnomasa kecil bung karnonasionalismeproklamasiproklamatorrumah bung karnorumah ndalem pojoksitus bung karnosoekarnosukarnowates
Artikel berikutnya
Usia 73 Tahun Mampu Pentas 6 Jam Nonstop

Usia 73 Tahun Mampu Pentas 6 Jam Nonstop

Unikinya Peringatan Hardiknas di rumah Bung Karno

Unikinya Peringatan Hardiknas di rumah Bung Karno

Upacara Hardiknas, Siswa Tuliskan Cita Cita Dan Diterbangkan Dengan Balon

Upacara Hardiknas, Siswa Tuliskan Cita Cita Dan Diterbangkan Dengan Balon

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs Bung Karno

© 2022 Situs Bung Karno - Sumunaring Ndalem Pojok - Pancasila Sudah Final.

Navigasi Situs

  • Ini Kami
  • Kontak
  • id ID
    • en EN
    • id ID

Ikuti Kami

  • Beranda
  • Jati Diri
    • Pengenalan Ndalem Pojok
    • Arti Penting
    • Sejarah itu Pendidikan
  • Situs
    • Kamar Bayi Koesno
    • Kamar Presiden
    • Kamar Masa Muda Soekarno
    • Kopyah Miring
    • Pintu Soekarno
    • Pohon Kantil
    • Pohon Kepuh
  • Kegiatan
    • Mocopatan
    • Hari Hari Besar Nasional
    • Seni Keroncong
    • Seni Tari
    • Seni Karawitan
    • Belajar Sinden
    • Belajar Gamelan
    • Belajar Tari
    • Belajar Teater
    • Upacara 17
    • Upacara 28
    • Sarasehan
    • Santunan
  • Artikel
  • Berita
  • Galeri
  • Login

© 2022 Situs Bung Karno - Sumunaring Ndalem Pojok - Pancasila Sudah Final.

Sugeng rawuh 🙏😊

Login via Google
ATAU

Masukkan username dan password

Lupa password?

Kembalikan Password

Masukkan username atau alamat email untuk mereset password.

Log In

Add New Playlist