Berbagai kalangan masyarakat, tokoh lintas agama, tokoh masyarakat, penjabat pemerinah pengurus organasisi, anak-anak muda, orang tua, hingga siswa taman kanak-kanak hadir berkumpul pada acara peletakan batu pertama pembangunan Pesantren Jatidiri Bangsa Indonesia akan Dibangun di Situs Bung Karno Ndalem Pojok, Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.
Menariknya mereka tidak hanya sekedar berkumpul tapi juga bergotong-royong ikut peduli dalam pembangunan pesantren Jatidiri Bangsa ini. Ketua Harian Situs Persada Sukarno, Kus Hartono menyatakan, dalam goat peletakan batu pertama tersebut masyarakat juga tampak memberikan dana sumbangan spontanitas, dan terkumpul mencapai hampir Rp 50 juta.
“Di tempat ini, tampak para tokoh lintas agama, tokoh masyarakat, para pejabat pemerintah, komunitas dan pengurus lembaga dan organisasi semua membuka dompet ikut memberikan sumbahan,” ujar Kus Hartono.
Sementara Ketua Pembangunan Pesantren Jatidiri Bangsa Indonesia dari Program Khusus DPP Organisasi Shiddiqiyyah mengakui semua atas izin Alloh.
“Atas Berkat Rahmat Allah Yang Maha Kuasa shodaqoh spontanitas dari semua yang hadir pada peletakan batu pertama. Ada tokoh lintas agama termasuk Pak Kyai Muchtar, pejabat pemerintah ada Bapak Laksamana Muda Julius Kapuspen TNI, Dandim, Kapolres, Bakesbangpol hingga kepala Desa Pojok. Dari berbagai komunitas dan organisasi dan semua yang hadir. Alhamdulillah terkumpul 45 juta lebih, dalam tempo kurang dari 30 menit,” kata Suhardono, SE Ketua Panitia Pembangunan Pesantren Jatidiri Bangsa.
Menurutnya, kesadaran dan gotong royong dengan hasil sebesar itu sungguh diluar dugaan padahal hanya dengan kardus keliling.
“Kita tidak tahu masing-masing orang menyumbang berapa karena shodaqoh spontasnitas ini dengan kasdus keliling. Semua sukarela, kami sama tidak memaksa. Karena sebelumnya kami tawarkan bagaimana kalau kita galang sodaqoh dulu dan kompak menjawab setuju, sungguh ini diluar dugaan kami,” kata Suhardono.
Sebelum sesi shodaqoh spontanitas, panitia sempat menyampaikan bahwa sesuai gambar desain pembangunan pesantren ini diperkirakan mencapai Rp 2 miliar dan panitia berjanji tidak akan membuat proposal.
“Tadi dalam sambutan sudah disampaikan oleh Ketua Panitia pembangunan pesantren ini diperkirakan 2 miliar lebih dan kita ingin membangun Pesantren Jatidiri Bangsa ini dengan gotong royong dengan kesadaran cinta tanah air. Panitia sepakat tidak akan meminta bantuan dengan membuat proposal-proposal. Sejak dulu kita dididik pantangan membuat proposal, tapi siapapun kalau mau membantu dengan ikhkas kita terima dengan tangan terbuka,” tambah Kus Hartono Ketua Harian Situs Bung Karno.
Ketua Umum DPP Orshid Joko Herwanto dalam sambutannya juga mengatakan warga Shiddiqiyyah siap mensukseskan pembangunan pesantren yang digagas oleh Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah ini.
“Kami warga Shiddiqiyyah Se-Indonesia siap mendukung penuh untuk mewujudkan Pesantren Jatidiri Bangsa Indonesia, untuk Indonesia Raya ini,” tegasnya..
Diketahui, acara peletakan batu pertama Pesantren Jatidiri Bangsa yang dihadiri oleh Kapuspen TNI Laksamana Muda Julius yang hadir mewakili Panglima TNI.
“Saya sudah menghadap Bapak Panglima TNI dan beliau mendukung pembangunan Pesantren Jatidiri Bangsa ini. Jadi semua yang baik untuk negeri ini kita dukung,” kata Laksamana Muda Julius di hadapan ribuan hadirin yang langsung disambut tepuk tangan meriah.
Usai prosesi peletakan batu pertama Kyai Muchtar Mu’thi penggagas Pesantren Jatidiri Bangsa, bersama Kapuspen TNI Laksamana Muda Julius dan para tokoh lintas agama napak tilas ke rumah masa kecil Presiden Soekarno Situs Ndalem Pojok Persada Sukarno Kediri sekaligus ramah tamah.* salam





