Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Laksamana Muda Julius Widjojono, C.H.R.M.P. menyatakan bahwa Pesantren Jatidiri Bangsa Indonesia Merajut Nusantara di Situs Bung Karno Ds. Pojok Kec. Wates Kab. Kediri tidak mustahil akan menjadi matahari yang akan menyinari Indonesia.
“Ini alam sudah menghantarkan kita insya Allah Pesantren ini akan menjadi matahari Pancasila yang nyata. Kita lihat disini interaksinya agama manapun keyakinan manapun, sangat erat dan natural tidak dibuat-buat,” ujar Laksamana Muda Julius Widjojono dalam peletakan batu pertama pembangunan Pesantren Jatidiri Bangsa Indonesia Merajut Perdamian Nusantara di Situs Bung Karno pekan lalu.
Hal senada diakui juga yakini oleh Sekjen DPP Organisasi Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia Yang Dijiwai Manunggalnya Keimanan dan Kemanusiaan.
“Sesuai dengan namanya Pesantren Jatidiri Bangsa Indonesia Merajut Perdamain Nusantara. Kalimat perdamaian inilah yang akan menjadi matahari, matahri perdamaian. Karena memang kalau tidak ada matahari kan bumi ini tidak damai. Sebab kalau hanya malam saja tanpa matahari maka bumi akan beku tidak bisa ditempati, tapi sebaliknya kalau hanya siang saja tanpa malam make bumi akan terbakar, jadi matahari adalah bagian dari keseimbangan hingga tercipta perdamaian abadi,” ujar Drs. Ismu Syamsuddin Sekjen DPP PCTA Indonesia. Selasa, 11 Juli 2023 M/ 20 Besar 1444 H.
Lebih lanjut Kepala Penerangan TNI dalam sambutannya menyampaikan terima kasih dan menyambut gembira pembangunan pusat pendidikan Jatidiri Bangsa Indonesia dan menyampaikan kekagumannya.
“Kalau saya punya jempol sepuluh maka jempol saya akan saya berikan semuanya. Ini luar biasa sekali dan bukan faktor kebetulan. Ini adalah rekayasa semesta bagaimana semesta akan membamgkitkan kembali kejayaan Nusantara,” ujar Laksamana Muda Julius Widjojono yang langsung disambut tepuk tangan gembira. Beliau juga mengulungkan maaf perihal Bapak Panglima yang tidak bisa hadir secara langsung.
“Mohon izin saya mewakili Panglima TNI yang seyogyanya akan hadir, karena beliau saat ini sedang berada di Papua bersama Bapak Presiden Republik Indonesia,” katanya. Namun disampaikan pesan Panglima sebelum Kapuspen berangkat, bahwa Panglima sangat mendukung pembangunan pendidikan Jatidiri Bangsa ini.
“Saya sangat bersyukur bangga dan akan mendukung penuh begitu juga dengan Panglima TNI, kemarin sudah saya sampaikan rencana pembangunan Pesantren ini, beliau sangat mendukung penuh. Diharapkan nanti mungkin beliau akan datang langsung, berinteraksi langsung dengan Pak Kyai untuk rurut mendoakan bagaimana percepatan pembangunan dan penyelesaian berbagai masalah di bangsa ini,” paparnya.
Sebagai penutup dalam sambutan Kapuspen tegaskan kembali beliau sangat bangga dan bersyukur. “Sekali lagi terima kasih kepada semua yang berada disini. Ini amazing banget, sangat-sangat amazing bagi saya, bagaimana seluruh semesta mendukung kegiatan ini,” tegasnya langsung disambut riuh tepuk tangan.
Apa itu Pesantren Jatidiri Bangsa Indonesia, Romo Kiai Muhammad Muchtar Mu’thi dalam rangkaian pitutur luhurnya di hadapan para tokoh lintas agama dan pejabat sempat menegaskan bahwa Pesantren Jatidiri Bangsa bukanlah pesantren keagamaan.
“Perlu kami sampaikan Pesantren Jatidiri Bangsa Indonesia ini bukanlah pesantren keagamaan tapi pesantren kebangsaaan. Jadi disini tidak akan diajarkan ilmu fikih, ushuluddin, tidak. Pesantren ini nanti mengajarkan kesadaran berbangsa,” tegas Kiai Muchtar Mu’thi sang penggagas Pesantren Jatidiri Bangsa Indonesia.
Lebih lanjut dikatakan, karena bangsa Indonesia ini terdiri dari berbagai suku agama maka semua yang berbeda boleh ikut belajar.
“Oleh karena bangsa Indonesia ini terdiri dari berbagai suku agama, maka bagi yang menginginkan belajar di sini apapun agama, keyakinan dan sukunya, boleh. Waktu belajarnya tidak lama, mungkin 7 atau 10 hari selesai,” terang Sang Mursyid Shiddiqiyyah.* salam





