Bung Karno dalam teks Prokalamasi tanggal 17 Agustus 1945 menyatakan bahwa yang merdeka adalah Bangsa Indonesia bukan kemerdekaan Republik Indonesia. Begitu H. Mutahar dalam bait syair lagu “Hari Merdeka”. Hanya karena penyebutan 17 Agustus Kemerdekaan RI ini sudah membudaya, jadi tidak terasa kalau itu adalah salah letak keliru pasang.
Bung Karno dalam Penyambung Lidah Rakyat bab 24 Cindi Adam menyatakan begitu jatuh hatinya dengan tanggal 17 Agustus itu sampai rela mati untuk mempertaruhkannya.
Diceritakan, pada hari-hari menjelang Proklamasi itu terjadi insiden. Para Pemuda yang diwakili oleh pemuda Sukarni, mendesak kepada Bung Karno agar segera memproklamirkan kemerdekaan Indonesia, kalau perlu malam itu juga. Tetapi Bung Karno tidak mau, malahan beliau berkata,”Silakan potong leher saya, saya tetap akan memproklamirkan Kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus nanti.
Seolah tidak ada orang yang tahu mengapa Bung Karno begitu ngotot memilih tanggal 17 bukan yang lain. Ada apa? Apa arti 17 bagi Soekarno. Sukarni pun mendesak, mengapa tanggal 17, mengapa tidak sekarang saja, atau tanggal 16?” tanya Sukarni.
Soekarno menjawab: ”Saya seorang yang percaya pada mistik. Saya tidak dapat menerangkan dengan pertimbangan akal, mengapa tanggal 17 lebih memberi harapan kepadaku. Akan tetapi, saya merasakan di dalam kalbuku, bahwa itu adalah saat yang baik. Angka 17 adalah angka suci. Pertama-tama, kita sedang berada dalam bulan suci Ramadhan, waktu kita semua berpuasa, ini berarti saat yang paling suci bagi kita. tanggal 17 besok hari Jumat, hari Jumat itu Jumat legi, Jumat yang berbahagia, Jumat suci. Al-Qur’an diturunkan tanggal 17, orang Islam sembahyang 17 rakaat, oleh karena itu kesucian angka 17 bukanlah buatan manusia,“ Soekarno menerangkan alasannya.
Lima alasan inilah yang mendasari keyakinan Bung Karno akan pemilihan tanggal 17 Agustus sebagai titik Proklamasi Kemerdekaan.
Begitu pentingnya makna tanggal 17 Agustus 1945 bagi Soekarno hingga siap mempertaruhkan nyawa. Tapi kini seolah banyak yang tak begitu peduli dengan sakralnya tanggal 17 sebagai titik Proklamsi Kemerdekaan Bangsa Indonesia. Kebanyakan lebih suka menyebut 17 Agustus sebagai Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Dengan istilah 17 Agustus kemerdekaan RI ini hal ini bisa mengkaburkan adanya dua peristiwa besar. 17 Agustus 1945 adalah proklamasi kemerdekaan Bangsa Indonesia dan 18 Agustus berdirinya Negara Republik Indonesia. Istilah Kemerdekaan Republik itu berkembang dari pidato Pak Harto tanggal 16 Agustus 1970.
Bagaimana kalau sekalian kita sebut, kita gembar-gemborkan “HUT Kemerdekaan Republik Indonesia”. Skalian kita cantumkan saja 18 Agustus bla..bla…bla…….”
Kalau memang SENGAJA ingin mengubur dalam-dalam jasa-saja Bung Karno-Sang Proklamator ……..AYO SAJA…….



