• Beranda
  • Jati Diri
    • Pengenalan Ndalem Pojok
    • Arti Penting
    • Sejarah itu Pendidikan
  • Situs
    • Kamar Bayi Koesno
    • Kamar Presiden
    • Kamar Masa Muda Soekarno
    • Kopyah Miring
    • Pintu Soekarno
    • Pohon Kantil
    • Pohon Kepuh
  • Kegiatan
    • Mocopatan
    • Hari Hari Besar Nasional
    • Seni Keroncong
    • Seni Tari
    • Seni Karawitan
    • Belajar Sinden
    • Belajar Gamelan
    • Belajar Tari
    • Belajar Teater
    • Upacara 17
    • Upacara 28
    • Sarasehan
    • Santunan
  • Artikel
  • Berita
  • Galeri
  • Login
Situs Bung Karno | Sumunaring Ndalem Pojok
  • Beranda
  • Jati Diri
    • Pengenalan Ndalem Pojok
    • Arti Penting
    • Sejarah itu Pendidikan
  • Situs
    • Kamar Bayi Koesno
    • Kamar Presiden
    • Kamar Masa Muda Soekarno
    • Kopyah Miring
    • Pintu Soekarno
    • Pohon Kantil
    • Pohon Kepuh
  • Kegiatan
    • Mocopatan
    • Hari Hari Besar Nasional
    • Seni Keroncong
    • Seni Tari
    • Seni Karawitan
    • Belajar Sinden
    • Belajar Gamelan
    • Belajar Tari
    • Belajar Teater
    • Upacara 17
    • Upacara 28
    • Sarasehan
    • Santunan
  • Artikel
  • Berita
  • Galeri
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Jati Diri
    • Pengenalan Ndalem Pojok
    • Arti Penting
    • Sejarah itu Pendidikan
  • Situs
    • Kamar Bayi Koesno
    • Kamar Presiden
    • Kamar Masa Muda Soekarno
    • Kopyah Miring
    • Pintu Soekarno
    • Pohon Kantil
    • Pohon Kepuh
  • Kegiatan
    • Mocopatan
    • Hari Hari Besar Nasional
    • Seni Keroncong
    • Seni Tari
    • Seni Karawitan
    • Belajar Sinden
    • Belajar Gamelan
    • Belajar Tari
    • Belajar Teater
    • Upacara 17
    • Upacara 28
    • Sarasehan
    • Santunan
  • Artikel
  • Berita
  • Galeri
No Result
View All Result
Situs Bung Karno
No Result
View All Result
Beranda Berita

Menengok Sekolah Kebangsaan di Situs Bung Karno

Minggu, 27 September 2015
| Waktu baca 2 menit
A A
Menengok Sekolah Kebangsaan di Situs Bung Karno

Hardilnnas anak-abak sekolah

TopikSelaras

Kapolres Jombang Terima Shilaturohmi PIPJATBANG dan Pesantren Jati Diri Bangsa

Kapolres Jombang Terima Shilaturohmi PIPJATBANG dan Pesantren Jati Diri Bangsa

Kamis, 26 Februari 2026
Kembalikan Jati Diri Remaja: Sinergi Spiritual PIPJATBANG dan Polres Kediri Kota Dimulai

Kembalikan Jati Diri Remaja: Sinergi Spiritual PIPJATBANG dan Polres Kediri Kota Dimulai

Kamis, 26 Februari 2026
Hardilnnas anak-abak sekolah

Setiap hari Sabtu aktifitas belajar mengajar di Ndalem Pojok Situs Bung Karno Kediri berlangsung tidak seperti hari hari biasanya. Anak-anak didik yang datang sedikit lebih banyak dari hari biasanya. Hari itu adalah hari “khusus” sekolah kebangsaan cinta tanah air Indonesia. Ini bukankah sekolah formal kegiatan belajar dilakukan setiap sore hari dengan berpakaian bebas sopan.

Kegiatan belajar tidak selalu di ruang kelas, anak-anak juga belajar dihalaman rumah masa kecil Bung Karno ini. “Setelah berdoa dan membaca ikrar kegiatan belajar lebih banyak di luar (kelas),” ujar Ida salah seorang pengajar.

Disekolah ini anak-anak diwajibkan menghafal Pancasila, Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dan manghafal lagu wajib Indonesia Raya. Agar lebih cepat menghafal maka setiap masuk secara bergantian anak-anak maju kedepan membaca. “Ini yang wajib, pelajaran yang lain masih banyak,” aku Sumaryono pengurus Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia Yang Dijiwai Manunggalnya Keimaan dan Kemanusiaan di situs Bung Karno Kediri.

Inti dari sekolah kebangsaan ini adalah usaha menumbuhkan kesadaran pada anak didik untuk mencintai tanah airnya, mencintai bangsa dan negaranya, mencintai budaya luhurnya. “Tekananya pada kedasaran cinta bukan sekedar pengetahuan, sebab cinta tanah air itu bagian dari iman,” tandas  Sumaryono.

Usaha menumbuhkan kesadaran cinta Indonesia ini terang Kushartono, metodenya  menggunakan  berbagai macam usaha. Seperti hafalan, menyanyi dan wawasan kebangsaan. “Tidak cukup dari segi wawasan kebangsaan dalam metode kita wawasan kebangsaan hanya menduduki  sekitar 25 persennya dari tumbuhnya cinta yang kita harapkan,” aku guru pengajar disekolah ini. “Yang utama adalah doa, keyakinan dan contoh nyata,” tandasnya Sabtu

Hardilnnas anak-abak sekolah

lalu.`

 

 

Menengok Sekolah Kebangsaan di Situs Bung Karno

 

Setiap hari Sabtu aktifitas belajar mengajar di Ndalem Pojok Situs Bung Karno Kediri berlangsung tidak seperti hari hari biasanya. Anak-anak didik yang datang sedikit lebih banyak dari hari biasanya. Hari itu adalah hari “khusus” sekolah kebangsaan cinta tanah air Indonesia. Ini bukankah sekolah formal kegiatan belajar dilakukan setiap sore hari dengan berpakaian bebas sopan.

 

Kegiatan belajar tidak selalu di ruang kelas, anak-anak juga belajar dihalaman rumah masa kecil Bung Karno ini. “Setelah berdoa dan membaca ikrar kegiatan belajar lebih banyak di luar (kelas),” ujar Ida salah seorang pengajar.

 

Disekolah ini anak-anak diwajibkan menghafal Pancasila, Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dan manghafal lagu wajib Indonesia Raya. Agar lebih cepat menghafal maka setiap masuk secara bergantian anak-anak maju kedepan membaca. “Ini yang wajib, pelajaran yang lain masih banyak,” aku Sumaryono pengurus Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia Yang Dijiwai Manunggalnya Keimaan dan Kemanusiaan di situs Bung Karno Kediri

 

Inti dari sekolah kebangsaan ini adalah usaha menumbuhkan kesadaran pada anak didik untuk mencintai tanah airnya, mencintai bangsa dan negaranya, mencintai budaya luhurnya. “Tekananya pada kedasaran cinta bukan sekedar pengetahuan, sebab cinta tanah air itu bagian dari iman,” tandas  Sumaryono.

 

Usaha menumbuhkan kesadaran cinta Indonesia ini terang Kushartono, metodenya  menggunakan  berbagai macam usaha. Seperti hafalan, menyanyi dan wawasan kebangsaan. “Tidak cukup dari segi wawasan kebangsaan dalam metode kita wawasan kebangsaan hanya menduduki  sekitar 25 persennya dari tumbuhnya cinta yang kita harapkan,” aku guru pengajar disekolah ini. “Yang utama adalah doa, keyakinan dan contoh nyata,” tandasnya. `

 

 

 

 

 

 

 

      
Tags: 17 agustus 194518 agustus 1945bung karnoindonesiakebangsaankedirikemerdekaan bangsa indonesiakemerdekaan indonesiakemerdekaan republik indonesiakoesnomasa kecil bung karnonasionalismeproklamasiproklamatorrumah bung karnorumah ndalem pojoksitus bung karnosoekarnosukarnowates
Artikel berikutnya
Sejarawan Inggris Kunjungi Ndalem Pojok

Profesor Oxford Ungkap Persamaan Soekarno dengan Diponegoro

Upacara 28

Antusias Ratusan Siswa SMP Surabaya Belajar Jadi Soekarno

Tiga Cara Hancurkan Masa Depan Bangsa

Tiga Cara Hancurkan Masa Depan Bangsa

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs Bung Karno

© 2022 Situs Bung Karno - Sumunaring Ndalem Pojok - Pancasila Sudah Final.

Navigasi Situs

  • Ini Kami
  • Kontak
  • id ID
    • en EN
    • id ID

Ikuti Kami

  • Beranda
  • Jati Diri
    • Pengenalan Ndalem Pojok
    • Arti Penting
    • Sejarah itu Pendidikan
  • Situs
    • Kamar Bayi Koesno
    • Kamar Presiden
    • Kamar Masa Muda Soekarno
    • Kopyah Miring
    • Pintu Soekarno
    • Pohon Kantil
    • Pohon Kepuh
  • Kegiatan
    • Mocopatan
    • Hari Hari Besar Nasional
    • Seni Keroncong
    • Seni Tari
    • Seni Karawitan
    • Belajar Sinden
    • Belajar Gamelan
    • Belajar Tari
    • Belajar Teater
    • Upacara 17
    • Upacara 28
    • Sarasehan
    • Santunan
  • Artikel
  • Berita
  • Galeri
  • Login

© 2022 Situs Bung Karno - Sumunaring Ndalem Pojok - Pancasila Sudah Final.

Sugeng rawuh 🙏😊

Login via Google
ATAU

Masukkan username dan password

Lupa password?

Kembalikan Password

Masukkan username atau alamat email untuk mereset password.

Log In

Add New Playlist