APAKAH JIWA ITU?
Hakekat jiwa itu adalah tau lautan yang tiada tepi, kami insafi kami tidak akan bisa menjelasakannya. Jiwa dalam pemahan kami erat dengan dengan rahasia hakekat manusia. Ada lima pertanyaan besar bila kita bisa menjawabnya mungkin kita akan tahu siapa manusia itu. Lima pertanyaan mendasar yang disebut Panca Manusia.
Siapakah manusia itu?
Apakah hakekat manusia?
Dari manakah manusia datang?
Kemanakah manusia akan pergi?
Untuk apakah manusia ada?
Manusia itu ibarat sebuah gedung yang amat mistius. Rosululloh bersada “Man arofa nafsahu fakod arofa robbahu.” Barang siapa yang kenal kepada dirinya maka sungguuh-sungguh kenal kepada Tuhannya.
Amat mistiusnya gedung manusia itu, sampai-sampai hanya untuk menjawab satu pertanyaan. “Untuk apa munusia diciptakan, apa tujuan hidup manusia.” Tidak ada satupun manusia di dunia ini yang bisa menjawabnya. Baik failasuf, alhi filsafat, ulama’ tasawuf, ulama’ fekih. Aristoletes, Plato semua tidak bisa menjawab. Apalagi kita?
Manusia itu mahlug yang universal, mahluq yang mempunyai segi-segi yang menyeluruh. Tidak mungkin akal manusia dapat menerangkan seluruh segi keuniversalnya manusia. Manusia hanya akan menjawab menurut segi pendapatnya sendiri. Umpamanya?
- Manusia itu adalah mahluq yang mempunyai jasmani. Jasmani itu membutuhkan makan, nimum, tempat, pakaian, perumahan dll. Tanpa terpenuhinya kebutuhan jasmani akan mengalami kerusakan. Dilihat dari kebutuhan jasamani ini orang menjawab: “Bahwa tujuan hidup manusia adalah ekonomi.
- Manusia mempunyai akal, fikir. Kebutuhan akal fikiran adalah ilmu intlektual. Tanpa ilmu manusia akan sama dengan hayawan, sapi, kerbau dll. Apa artinya bentuk manusia tapi sama dengan kerbau. Ditinjau dari sudut ini orang akan menjawab: Tujuan hidup manusia adalah ilmiyyah , intlektual.
- Manusia mempunyai rohani, yang ruhani ini sentral hidup. Tanpa ruhani manusia itu tinggal kelontongannya saja, dan sudah bukan manusia (mayit). Dari sudut pandang ini orang akan menjawab bahwa tujuan manusia hidup ini adalah ruhaniyyah yakni serba ruh.
- Manusia adalah mahluw yang ingin kekal didunia ini, padahal usia manusia sangat pendek, oleh sebab itu supaya manusia tidak punah dari dunia ini manusia haruslah mengadakan perkembangan diri melalui biologoi, melalui perkawainan. Tanpa adanya perkawinan manusia, pastilah dunia akan kosong dari manusia. Bila dunia tanpa manusia untuk apa dunia ini. Ditinjau dari aspek ini akan timpul jawaban bahwa tujuan hidup manusia adalah perkawinan. Dll.
- Belum ditinjau dari segi individu, segi sosiologi, segi politik dll.
Jadi hanya untuk menjawab satu pertanyaan saja, “Untuk apa munusia diciptakan, apakah tujuan hidup manusia, manusia sudah tidak bisa menjawabnya. Memang manusia itu amat misterius. Yang bisa menjawab adalah yang menciptakan manusia itu sendiri.
Kembali kepada masalah jiwa. Di dalam Alqur’an juga disebutkan “Arruhu min amri robbi” Ruh itu adalah rahsia Tuhan kita dilarang membukanya. Apakah jiwa itu sama dengan ruh? Waallohu ‘alamu.
Apakah jiwa itu tiupan malaikat setelah janin manusia berusia 40 kali tiga di dalam kandungan. Apakah jiwa manusia itu adalah ruh manusia yang pernah bertemu dengan Tuhan. Sebagaimana disebutkan dalam surat Al-Araf 172. Waalhu ‘alamu. Ini memang sulit, maha sulit, bagai lautan yang tiada tepi. Hingga ada istilah “baito momot segoro, perahu momot segoto.” Baito itu adalah rumah jasmani, memuat segoro.
Nah, jiwa yang sangat rahasia dan memilki makna berlapis-lapis inilah yang barus dibangun. Dan kita semua merasakan bahkan yakin kalau kita mempunyai jiwa. “Bangunlah jiwanya bangunlah badannya untuk Indonesia Raya.” Bersambung…..(PCTA Indonesia)




