oleh: Ir. Jusuf Mahdi, MM.
Dalam memasuki usia 80 tahun kemerdekaan Indonesia, kita sadari dan cermati bahwa dalam situasi dan kondisi bangsa dan negara saat ini keadaan watak dan karakter, moralitas dan mentalitas SDM sangatlah rentan dari berbagai pengaruh yang datang dari aspek dan bidang kehidupan internal maupun global.
Berbagai kasus kriminal a.l korupsi, judi, narkoba, friksi antara kelompok masyarakat, dlsb merupakan kejadian yang marak di tengah masyarakat.
Masa depan bangsa dan negara terletak pada kesiapan generasi penerus dalam memanage sistem manajemen pengelolaan ketatapemerintahan dan ketatanegaraan. Suatu sistem yang mewadahi kepentingan rakyat untuk mencapai tujuan dan cita-cita kemerdekaannya.
Pancasila adalah jati diri, falsafah kehidupan dan laku seluruh elemen dan komponen bangsa sesuai profesinya. Namun semua itu harus tertata dalam rasa kebersamaan, give and give, etika berkeadaban dll sehingga dapat sinergis dalam menata kehidupan dalam berbagai aspek dan bidangnya.
Pemberdayaan potensi masyarakat, sumber daya alam dan seluruh kekayaan ibu Pertiwi harus digunakan untuk sebesar-besar kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.
Untuk itu dibutuhkan pribadi-pribadi yang bersih, jujur, amanah, berkemampuan, berkualitas dan mandiri serta siap bekerja keras, kerja ikhlas, kerja bermanfaat, kerja cerdas dan cerdik menyikapi trend yang berkembang.
Pengajaran dan kesehatan sebagai pilar kekuatan bangsa harus diberikan secara dini dilanjutkan dengan pendidikan yang bertahap, berkelanjutan, berjenjang, terus menerus dst kepada anak-anak, remaja, dewasa muda, dewasa matang dan dewasa mandiri.
Perubahan hidup dan kehidupan mengikuti siklus tahapan yang pasti dan pada setiap tahapan harus dipersiapkan secara baik sehingga dasar watak dan karakter, moralitas dan mentalitas SDM akan siap membawa bangsa dan negara ke masa depan dalam baldatun toyyibatun warrobbun ghafuur.
Masa penerimaan peserta didik baru adalah tepat dijadikan moment untuk pembekalan pemahaman implementatif wawasan kebangsaan dan peneguhan watak, karakter, moralitas dan mentalitas bangsa.
Mari kita wariskan kepada generasi muda penerus bangsa hal yang akan menjadi bekal dan pedoman untuk menjalani masa depan bangsa dan negara.
Semoga Allaah Subhanahu Wa Ta’ala mengijabah doa dan harapan kita.
Aamiin ya rabbal alaamin.*





