Panitia Persiapan Ruwatan Negara yang mengusung tema “Indonesia Super: Mercusuar Perdamaian Dunia” menggelar silaturahmi dengan tokoh nasional sekaligus mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan, di kediamannya di Mojokerto, Jawa Timur.
Pertemuan tersebut digelar untuk memohon doa restu sekaligus dukungan moral dari Dahlan Iskan dalam rangkaian agenda Ruwatan Negara yang akan dilaksanakan bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Bangsa Indonesia pada 17 Agustus 2025 dan peringatan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia pada 18 Agustus 2025.
“Kami datang bersama tim untuk memohon doa restu dan menyampaikan data-data penting terkait sejarah kelahiran Bung Karno di Ploso, Jombang. Ini bagian dari upaya menyongsong Indonesia sebagai mercusuar perdamaian dunia,” ujar Kushartono salah satu perwakilan panitia.
Dalam kesempatan tersebut, panitia juga menyerahkan sebuah buku berjudul “Kembali kepada Kemerdekaan Bangsa Indonesia”. Buku ini merupakan bunga rampai gagasan dan kajian sejarah yang ditulis oleh sejumlah tokoh, antara lain almarhum KH Agus Sunyoto (Ketua Lesbumi PBNU), Prof. Dr. Sunarto (Rektor Universitas Bung Karno), Edi Wahyono, Ir. Edi Setiawan Besar, Kushartono (Ketua Harian Persada Soekarno), Umul Khairani, dan sejarawan nasional Asvi Warman Adam.
Panitia menilai Dahlan Iskan memiliki kepedulian mendalam terhadap nilai-nilai spiritualitas bangsa, sehingga diharapkan doa dan dukungan beliau dapat semakin menguatkan niat baik seluruh pihak yang terlibat dalam Ruwatan Negara
“Kami yakin Pak Dahlan Iskan punya perhatian besar pada spiritualitas bangsa. Semoga beliau berkenan memberi restu agar niat baik ini berjalan lancar,” imbuh Ketua Harian Situs Persada Sukarno Kediri ini.
Ruwatan Negara ini diharapkan menjadi momentum refleksi kebangsaan, sekaligus meneguhkan kembali Indonesia sebagai bangsa yang besar dan damai di tengah dinamika global.* Salam





