Tak banyak yang tahu istri pertama Bung Karno adalah Siti Utari, putri dari sosok yang mempunyai julukan Raja Tanpa Mahkota yakni Hos Tjokroaminoto. Pada awal 1921, Soekarno menikah dengan Siti Utari dan saat usianya masih 20 tahun.
Ini adalah foto saat pernikahan Soekarno menikah dengan Siti Utari di Kepatihan Tulungagung. Tampak dalam foto tersebut Soekarno memakai blangkon, Utari yang masih imut. Ada juga Raden Sukeni Ayah Soekarno, Ida Ayu Nyoman Srimben Ibunda Soekaro, keluarga Hardjodikoromo kakek Soekarno di Tulungagung dan keluarga Raden Kartowibowo Blitar dan juga keluarga Raden Mas Pandji Soemohatmodjo Ndalem Pojok Kediri.
“Foto autentik tahun 1921 ini menangkap momen sakral pernikahan Bung Karno dengan Siti Oetari, yang menjadi bukti visual mengenai kedekatan eksklusif antara keluarga Ndalem Pojok dengan keluarga inti Sang Proklamator. Dalam rekaman sejarah ini, tampak Bung Karno didampingi Oetari, serta orang tua beliau, Raden Soekemi Sosrodihardjo dan Ida Ayu Nyoman Rai Srimben.
Turut hadir dalam bingkai sejarah ini adalah Raden Kartowibowo (sepupu Bung Karno/Tokoh Nasional dari Blitar), yang secara administratif memiliki kaitan erat dengan Ndalem Pojok sebagaimana terekam dalam dokumen Geboorteakte putranya yang disaksikan langsung oleh R.M.P. Soemosewojo. Posisi terhormat tepat di sisi tengah foto ditempati oleh Eyang Putri R.M.P. Soemohatmodjo (ibunda dari RM. Sajid Soemodihardjo dan R.M.P. Soemosewojo) bersama istri Raden Hardjodikromo (nenek Bung Karno).
Kehadiran para tokoh kunci ini dalam satu komposisi foto menegaskan bahwa keluarga Ndalem Pojok bukan sekadar tamu, melainkan pilar keluarga inti yang diakui secara lahir dan batin. Foto ini menjadi saksi bisu bahwa Ndalem Pojok adalah titik temu bagi keluarga besar Sang Proklamator dalam peristiwa-peristiwa paling penting dalam hidup mereka.





