Indonesia sering kali hanya mencatat nama-nama besar yang tampil di podium, namun melupakan sosok-sosok “Perintis” yang meletakkan batu pertama perjuangan. Salah satu sosok yang memiliki peran krusial tersebut adalah Raden Mas (RM) Sayyid Soemodihardjo. Beliau bukan sekadar saksi sejarah di Situs Ndalem Pojok, melainkan seorang pejuang yang diakui negara secara resmi sebagai Pahlawan Perintis Kemerdekaan.
Apa Itu Pahlawan Perintis Kemerdekaan?
Berbeda dengan gelar Pahlawan Nasional yang bersifat umum, Pahlawan Perintis Kemerdekaan adalah gelar eksklusif bagi para tokoh yang menjadi pelopor pergerakan nasional sebelum proklamasi 1945. Mereka adalah orang-orang yang “merintis” jalan di saat kemerdekaan masih berupa mimpi yang berbahaya.
Berdasarkan peraturan pemerintah, syarat utama menjadi Perintis Kemerdekaan adalah:
Aktif sebelum 1945: Terlibat dalam organisasi pergerakan nasional yang melawan penjajah.
Menanggung Risiko: Pernah ditawan, dipenjara, atau diasingkan oleh pemerintah kolonial Belanda karena aktivitas politiknya.
Integritas Tinggi: Tidak pernah bekerja sama dengan musuh untuk menghancurkan cita-cita kemerdekaan.
Legalitas Negara: SK Menteri Tahun 1959
Kehormatan RM Sayyid Soemodihardjo bukanlah sekadar klaim keluarga. Beliau telah diakui negara secara sah melalui Surat Keputusan Menteri Sosial RI No. Pol. 104/PK Tahun 1959.
Kode “PK” dalam SK tersebut secara khusus merujuk pada Perintis Kemerdekaan. Penetapan pada tahun 1959 ini sangat istimewa karena dikeluarkan di masa pemerintahan Presiden Soekarno, di mana seleksi pahlawan dilakukan langsung oleh para pelaku sejarah yang mengetahui persis siapa saja pejuang yang paling setia di masa sulit.
Jejak Perjuangan: Penasehat Istana dan Penjaga Rahasia
Validitas RM Sayyid sebagai pejuang perintis diperkuat oleh catatan militer Jenderal A.H. Nasution dalam buku Sekitar Perang Kemerdekaan Jilid 9. Pada halaman 210, Nasution mencatat peran heroik RM Sayyid saat Agresi Militer II di Yogyakarta (1948):
Jabatan Strategis: Disebut sebagai Penasehat Istana, sebuah posisi yang menunjukkan kapasitas intelektual dan kedekatan politiknya dengan Presiden.
Amanah Terakhir: Beliau adalah sosok yang memegang dan menyelamatkan dokumen rahasia Presiden Soekarno agar tidak jatuh ke tangan Belanda saat Istana dikepung.
Menyambung Trah Pangeran Sambernyawa
Darah pejuang RM Sayyid ternyata mengalir dari leluhurnya, Pangeran Sambernyawa (KGPAA Mangkunegara I), Pahlawan Nasional yang tak pernah kalah dalam 250 pertempuran. Semangat inilah yang dibawa RM Sayyid saat menjadikan Ndalem Pojok sebagai tempat diskusi strategis bersama tokoh-tokoh besar seperti H.O.S. Tjokroaminoto, Dr. Tjipto Mangoenkoesoemo, dan Bung Karno sendiri.
Kesimpulan
Mengenal RM Sayyid Soemodihardjo adalah cara kita menghargai kejujuran sejarah. Beliau adalah bukti bahwa kemerdekaan Indonesia dicapai melalui perpaduan antara keberanian militer dan keteguhan batin para perintisnya.
Kini, Situs Ndalem Pojok Kediri berdiri bukan hanya sebagai monumen masa lalu, tetapi sebagai pusat persemaian jati diri bangsa yang diwariskan oleh sang Pahlawan Perintis, RM Sayyid Soemodihardjo.* Salam




