Pengurus situs Bung Karno Ndalem Kediri baru saja memutar film Bung Karno berjudul “Indonesia Merdeka” yang unik, walau mereka yang menonton adalah mayoritas orang desa, tapi mereka berani berkomentar; memuji sekaligus mengkritik.
Seorang perempuan bernama Harnah 45 tahun mengaku suka melihat film grapan Hanung Bramantyo itu menurutnya dirinya merasa terhibur dan baru sekali ini melihat layar lebah. “Bagus saya suka, apalagi layarnya besar sekali,”katanya sambil tersenyum.
Namun ada juga seorang lekali yang kemudian pergi ditengah pemutaran film itu. Sambil berjalan dia bilang. “Filmnya tidak mendidikan,”katanya setengah emosi. Apanya yang tidak mendidik, katanya film itu seperti film percintaan bukan film seorang tokoh. “Saya tidak setuju Bung Karno di gambarkan seperti itu. Kesannya merendahkan Bapak Bangsa, ujar Sikan Abdillah sembari mengepulkan asap rokoknya.
Hal senada juga di uangkapkan Sumaryono salah seorang aktifis situs. “Saya kurang suka,” katanya singkat.
Nono MJ budayawan Kediri yang memfasilitasi pemutaran itu melihat dari sisi yang lain, dalam sambutannya dia menyatakan film itu bagus. “Film ini bagus dapat penghargaan lo,” katanya.* adi




