- PENDAHULUAN
Situs Persada Sukarno Ndalem Pojok merupakan aset sejarah nasional yang berlokasi di Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri. Situs ini merupakan “Hulu Sejarah” Sang Proklamator, tempat terjadinya peristiwa transisi spiritual paling krusial bagi bangsa Indonesia, yaitu lahirnya nama Soekarno.
- NILAI HISTORIS UTAMA: TRANSFORMASI KOESNO MENJADI SOEKARNO
Ndalem Pojok memegang rahasia transformasi identitas Bung Karno yang tidak dimiliki oleh situs lain:
- Tempat Lahirnya Nama: Di rumah Joglo ini, saat Soekarno kecil (Koesno) sering jatuh sakit, dilakukan prosesi pergantian nama menjadi Soekarno di bawah asuhan RM Soemosewojo.
- Dukungan Literatur: Peristiwa ini didokumentasikan secara mendalam dalam buku “Trilogi Spiritualitas Bung Karno” karya Dian Soekarno dengan Kata Pengantar Resmi dari Guruh Soekarnoputra sekalu Ketua Yayasan Bung Karno, khususnya pada Bab VII berjudul “Koesno menjadi Soekarno”.
- SAKSI KUNCI: R.M. SAJID SOEMODIHARDJO
Validitas sejarah situs ini didukung oleh profil saksi kunci RM Sajid Soemodihardjo (adik RM Soemosewoyo) yang bermukim di situs ini. Beliau adalah tokoh dengan integritas tinggi yang diakui negara:
- Pahlawan Perintis Kemerdekaan: Tercatat resmi sebagai pejuang pembela kemerdekaan. (SK Menteri Sosial RI No. Pol. 92/59/PK/JDTahun Penetapan: 1959)
- Kepala Rumah Tangga Istana & Penasihat Presiden: Dipercaya langsung oleh Presiden Soekarno menjadi Kepala Rumah Tangga Istana Negara RI dan menjadi Penasihat Pribadi Presiden. (1945 – 1949)
- Catatan Sejarah Nasional: Perjuangan beliau diabadikan oleh Jenderal A.H. Nasution dalam buku “Sekitar Perang Kemerdekaan Indonesia” hal 210.
- LEGITIMASI DAN PENGAKUAN KELUARGA
- Legitimasi Keluarga (2015): Diresmikan sebagai Situs Persada Sukarno ke-4 di Indonesia oleh Guruh Soekarnoputra.
- Piagam Penghargaan (2017): Dokumen resmi dari Toto Suryawan Sukarno Putra yang menyatakan secara eksplisit Ndalem Pojok sebagai tempat perubahan nama Koesno menjadi Soekarno.
- PENGAKUAN STRATEGIS INSTITUSI NEGARA (TNI & POLRI)
Eksistensi Ndalem Pojok diakui secara luas sebagai mitra strategis negara dalam membangun karakter bangsa:
- Pengukuhan Panglima TNI (5 Juli 2023): Piagam Penghargaan dari Panglima TNI yang mengukuhkan Ndalem Pojo sebagai “Pusat Pendidikan Rasa Wawasan Karsa Kebangsaan Indonesia Raya” yang diberi nama Pesantren Jati Diri Bangsa Indonesia Merajut Perdamaian Nusantara oleh Bapak Kyai Muhammad Muchtar Mujtaba Mu’thi.
- Apresiasi Kapolri (2020): Piagam Penghargaan Kapolri atas kontribusi situs Persada Soekarno Ndalem Pojok Kediri dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila dan semangat nasionalisme di lingkungan Kepolisian Republik Indonesia.
- Apresiasi Kapolri (2020): Piagam Penghargaan atas kontribusi situs dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila dan semangat nasionalisme di lingkungan Kepolisian Republik Indonesia.
- APRESIASI AKADEMIS: UNIVERSITAS BUNG KARNO
- Apresiasi Akademis UBK (2013): Piagam penghargaan dari Universitas Bung Karno (UBK) yang ditandatangani oleh Rektor atas dedikasi rutin Situs Persada Seokarn Ndalem Pojok dalam melestarikan ajaran Bung Karno. Ini merupakan bentuk pengakuan dari institusi pendidikan tinggi ternama yang secara khusus mengkaji dan mengajarkan pemikiran Sang Proklamator.
- PENGAKUAN YURIDIS: SITUS CAGAR BUDAYA
Penetapan Cagar Budaya (2018) Pemerintah Kabupaten Kediri telah menetapkan Ndalem Pojok sebagai Bangungan Cagar Budaya, memberikan perlindungan hukum bagi kelestarian fisik dan nilai sejarahnya sebagai aset bangsa. (SK Bupati No.118.45/380/418.08/2018)
8. MASA DEPAN LABORATORIUM KARAKTER JATI DIRI BANGSA
Kini, dengan status resmi sebagai Situs Cagar Budaya (sejak 2018), Ndalem Pojok terus bergerak menjadi pusat Binlat Jati Diri Bangsa. Kami mengundang seluruh elemen bangsa untuk hadir, merasakan “Pendidikan Rasa”, dan menemukan kembali akar sejarah Indonesia di bumi Kediri.
9. KESIMPULAN
Ndalem Pojok adalah titik awal jati diri Bapak Bangsa. Melalui perpaduan bukti fisik, kesaksian pahlawan perintis, dukungan literatur resmi, serta pengakuan dari pihak keluarga, akademisi, TNI, dan Polri, situs ini berdiri tegak sebagai benteng sejarah yang sah untuk menjaga api semangat JASMERAH.* Salam
Dokumen-Dokumen Penting.
- Legitimasi Keluarga (2015): Diresmikan sebagai Situs Persada Sukarno ke-4 di Indonesia oleh Guruh Soekarnoputra.

Prasasti Peresmian Situs Persada Soekarno sebagai bukti Legitimasi Keluarga (2015). 2. Piagam Penghargaan (2017): Dokumen resmi dari Toto Suryawan Sukarno Putra yang menyatakan secara eksplisit Ndalem Pojok sebagai tempat perubahan nama Koesno menjadi Soekarno.

bukti Piagam Penghargaan (2017): Dokumen resmi dari Toto Suryawan Sukarno Putra putra Presiden Soekarno dari Kartini Manopo 3. Pengukuhan Panglima TNI (5 Juli 2023): Piagam Penghargaan dari Panglima TNI yang mengukuhkan Ndalem Pojok sebagai “Pusat Pendidikan Rasa Wawasan Karsa Kebangsaan Indonesia Raya”

Piagam Penghargaan dari Panglima TNI yang mengukuhkan Ndalem Pojok sebagai “Pusat Pendidikan Rasa Wawasan Karsa Kebangsaan Indonesia Raya” 4..Apresiasi Kapolri (2020): Piagam Penghargaan atas kontribusi situs dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila dan semangat nasionalisme di lingkungan Kepolisian Republik Indonesia.

Piagam Penghargaan Kapolri atas kontribusi situs Persda Soekarno Ndalem Pojok Kediri 5. Apresiasi Akademis UBK (2013): Piagam penghargaan dari Universitas Bung Karno (UBK) atas dedikasi rutin Situs Persada Seokarn Ndalem Pojok dalam melestarikan ajaran Bung Karno.

Ini merupakan bentuk pengakuan dari institusi pendidikan tinggi ternama yang secara khusus mengkaji dan mengajarkan pemikiran Sang Proklamator. 6. Penetapan Cagar Budaya (2018) Pemerintah Kabupaten Kediri telah menetapkan Ndalem Pojok sebagai Bangungan Cagar Budaya

Bangungan Cagar Budaya, memberikan perlindungan hukum bagi kelestarian fisik dan nilai sejarahnya sebagai aset bangsa. (SK Bupati No.118.45/380/418.08/2018) 7. Dukungan Literatur: Peristiwa pergantian nama Koesno menjadi Soeakarno ini didokumentasikan secara mendalam dalam buku “Trilogi Spiritualitas Bung Karno” karya Dian Soekarno dengan Kata Pengantar Resmi dari Guruh Soekarnoputra sekalu Ketua Yayasan Bung Karno, khususnya pada Bab VII berjudul “Koesno menjadi Soekarno”.

“Trilogi Spiritualitas Bung Karno” karya Dian Soekarno dengan Kata Pengantar Resmi dari Guruh Soekarnoputra sekalu Ketua Yayasan Bung Karno












