Para santri Pesantren Jati Diri Bangsa Merajut Perdamaian Nusantara mengelar diskusi kebangsaan membahas antisipasi kemungkinan perang dunia ketiga.Penurut pihak panitia diskusi ini penting sebab soal kewaspadaan perang dunia telah disinggung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
Diskusi digelar ini digelar Pusat Pendidikan Rasa Wawan Karsa Kebangsaan Indonesia Raya Pesantren Jati Diri Bangsa Merajut Perdamaian Nusantara Situs Ndalam Pojok Persada Soekarno Ds. Pojok Kec. Wates Kab. Kediri pekan lalu.
“Tujuan dari diskusi ini adalah bagaimana menumbuhkan keyakinan adanya Berkat Rohmar Alloh Yang Maha Kuasa agar jangan sampai perang dunia terjadi,” aku Suhardono Ketua Pesantren Jati Diri Bangsa Indonesia. Sabtu (01/02/2025).
Dikatakan diskusi ini teselenggara atas kesadaran bernegara dan dorongan rasa cinta pada Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Pesantren Jati Diri Bangsa Merajut Perdamaian Nusantara ini dahulu diresmikan oleh Panglima TNI dengan tujuan untuk menumbuhkan kesadaran bernegara. Untuk itu kalau kita benar-benar sadar bernegara, kita pasti harus waspada kemudian berdoa agar jangan sampai perang dunia terjadi,” tambah Suhardono.
Bahan diskusi selain membahas isi pidato Presiden RI Prabowo Subianto juga mengkaji pandangan-pandangan para pakar militer seperti Jenderal TNI Hendro Priyono, Mantan Ketua Lemhanas Andi Wijayanto, Stategi Perang Dr. Connie dan juga pengamat politik Margidu Wowik.
“Perlu kita sadari dua hal penting. Pertama Indonesia ini non blok, bebas aktif. Dua, amanat Pembukaan UUD 1945 Indonesia wajib menertibkan dunia. Hasil diskusi sepakat meyakini Indonesia akan menjadi imam perdamian dunia,” kata Kushartono Ketua Bidang Pendidikan dan Kajian Pesantren Jati Diri Bangsa.
Pesantren Jati Diri Bangsa Indonesia Merajut Perdamaian Nusantara adalah sebuah pesantren kebangsaan yang telah diresmikan oleh Panglima TNI Laksamana Yudo Margono sebagai Pusat Pendidikan Rasa Wawasan Karsa Kebangsaan Indonesia Raya.* Salam/Sury





