KEDIRI — Tasyakkuran Hari Sumpah Pemuda dan Lahirnya Lagu Kebangsaan Indonesia Raya ke-98 yang akan diselenggarakan oleh Departemen Pendidikan DPP Persaudaraan Cinta Tanah Air (PCTA) Indonesia bersama Situs Persada Soekarno Ndalem Pojok, PDKK Kab. Kediri dan lintas komunitas, malam ini menghadirkan momentum refleksi kebangsaan yang sangat mendalam. Tidak hanya mengenang sejarah, kegiatan ini diisi dengan gerakan moral dan spiritual berupa doa bersama lintas agama untuk mendoakan para pejabat negara agar senantiasa amanah dalam mengemban tugas mewujudkan Indonesia yang adil dan makmur.
Ketua Departemen Pendidikan DPP PCTA Indonesia, Kushartono, S.M., menyampaikan bahwa kegiatan tasyakuran ini dilandasi oleh kesadaran batin (rasa) dan pandangan tasawuf kebangsaan. Perjalanan besar kejayaan Indonesia dari masa ke masa terikat oleh benang merah Tiga Sumpah Nasina Keramat yang menjadi fondasi moral perjalanan bangsa.
“Sejarah kebangsaan kita ditopang oleh tiga sumpah yang sakral. Pertama adalah Sumpah Palapa, yang diperjuangkan dengan sungguh-sungguh oleh Mahapatih Gajah Mada hingga berhasil menyatukan Nusantara. Kedua adalah Sumpah Pemuda 1928, yang diikrarkan dengan ketulusan jiwa kaum muda hingga melahirkan kemerdekaan dan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Kus, Selasa (27/10/2026).
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa estafet perjuangan tersebut kini berada di pundak para penyelenggara negara melalui Sumpah Jabatan. Ikrar suci yang diucapkan dengan frasa “Demi Allah, saya bersumpah…” di hadapan Kitab Suci ini memiliki dimensi sakral dan kekuatan ilahiyah yang luar biasa.
“Sebagaimana termaktub dalam Pembukaan UUD 1945 ‘Atas Berkat Rahmat Allah Yang Maha Kuasa…’, sumpah jabatan adalah janji suci kepada rakyat dan Tuhan. Jika dilaksanakan dengan sungguh-sungguh, Allah akan memberikan pertolongan-Nya untuk menuntun para pejabat menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya. Sebaliknya, ada risiko besar jika sumpah itu dikhianati,” tambahnya.
Melalui doa bersama yang dipusatkan di Situs Ndalem Pojok—rumah masa kecil tempat karakter kebangsaan Bung Karno pertama kali ditempa—penyelenggara mengajak seluruh rakyat untuk memanjatkan doa terbaik. Para pejabat yang amanah didoakan agar senantiasa diberikan kesehatan, kesejahteraan, kedamaian keluarga, umur panjang, serta keturunan yang hebat, sehingga jabatan yang mereka emban benar-benar menjadi jalan ibadah dan pintu menuju surga.
Acara yang akan dihadiri oleh unsur Forkopimcam, tokoh lintas agama, budayawan, serta dirangkai dengan aksi sosial santunan anak yatim dan fakir miskin ini diharapkan mampu menyebarkan energi kegembiraan, memperkuat gotong royong, dan meneguhkan komitmen moral bagi kejayaan Indonesia Raya.
“Kami bersama-sama Organisasi Kebangsaan, Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia Yang Dijiwai Manunggalnya Keimanan dan Kemanusian (lintas agama) dan berbagai komunitas berharap acara ini nanti benar-benar bermanfaat untuk kita semua. Kami menyakini kalau sumpah jabatan betul-betul dilaksanakan dan takut kepada Tuhan YME pasti Indonesia adil makmur sejahtera,” tegas R.M. Suhardono, S.E.* Salam


