• Beranda
  • Jati Diri
    • Pengenalan Ndalem Pojok
    • Arti Penting
    • Sejarah itu Pendidikan
  • Situs
    • Kamar Bayi Koesno
    • Kamar Presiden
    • Kamar Masa Muda Soekarno
    • Kopyah Miring
    • Pintu Soekarno
    • Pohon Kantil
    • Pohon Kepuh
  • Kegiatan
    • Mocopatan
    • Hari Hari Besar Nasional
    • Seni Keroncong
    • Seni Tari
    • Seni Karawitan
    • Belajar Sinden
    • Belajar Gamelan
    • Belajar Tari
    • Belajar Teater
    • Upacara 17
    • Upacara 28
    • Sarasehan
    • Santunan
  • Artikel
  • Berita
  • Galeri
  • Login
Situs Bung Karno | Sumunaring Ndalem Pojok
  • Beranda
  • Jati Diri
    • Pengenalan Ndalem Pojok
    • Arti Penting
    • Sejarah itu Pendidikan
  • Situs
    • Kamar Bayi Koesno
    • Kamar Presiden
    • Kamar Masa Muda Soekarno
    • Kopyah Miring
    • Pintu Soekarno
    • Pohon Kantil
    • Pohon Kepuh
  • Kegiatan
    • Mocopatan
    • Hari Hari Besar Nasional
    • Seni Keroncong
    • Seni Tari
    • Seni Karawitan
    • Belajar Sinden
    • Belajar Gamelan
    • Belajar Tari
    • Belajar Teater
    • Upacara 17
    • Upacara 28
    • Sarasehan
    • Santunan
  • Artikel
  • Berita
  • Galeri
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Jati Diri
    • Pengenalan Ndalem Pojok
    • Arti Penting
    • Sejarah itu Pendidikan
  • Situs
    • Kamar Bayi Koesno
    • Kamar Presiden
    • Kamar Masa Muda Soekarno
    • Kopyah Miring
    • Pintu Soekarno
    • Pohon Kantil
    • Pohon Kepuh
  • Kegiatan
    • Mocopatan
    • Hari Hari Besar Nasional
    • Seni Keroncong
    • Seni Tari
    • Seni Karawitan
    • Belajar Sinden
    • Belajar Gamelan
    • Belajar Tari
    • Belajar Teater
    • Upacara 17
    • Upacara 28
    • Sarasehan
    • Santunan
  • Artikel
  • Berita
  • Galeri
No Result
View All Result
Situs Bung Karno
No Result
View All Result
Beranda Artikel

Kisah Bayi Kusno yang Sekarat dan Denmas Mendung

Minggu, 3 November 2013
| Waktu baca 2 menit
A A
Kisah Bayi Kusno yang Sekarat dan Denmas Mendung

TopikSelaras

DEKONSTRUKSI RUANG DISKUSI SOEKARNO MUDA: EPISENTRUM DIALEKTIKA IDEOLOGI DAN STRATEGI PERGERAKAN NASIONAL

DEKONSTRUKSI RUANG DISKUSI SOEKARNO MUDA: EPISENTRUM DIALEKTIKA IDEOLOGI DAN STRATEGI PERGERAKAN NASIONAL

Kamis, 28 Mei 2026
MISTERI PECI MIRING BUNG KARNO: KESAKSIAN LINGKARAN SATU ISTANA DAN PETILASAN NDALEM POJOK KEDIRI

MISTERI PECI MIRING BUNG KARNO: KESAKSIAN LINGKARAN SATU ISTANA DAN PETILASAN NDALEM POJOK KEDIRI

Sabtu, 23 Mei 2026

Dari Bedah Buku Trilogi Spiritualitas Bung Karno 1: Candradimuka (2)

(Jawa Pos Radar Kediri). Awal mula keterkaitan Dusun krapak. Desa Pojok Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri dengan Soekarno tak bias lepas dari riwayat penyakit Sang Proklamator RI tersebut. Juga, dengan sosok yang dikenal sebagai Denmas Mendung.

Riwayat penyakit masa kecil Bung Karno sempat disinggung sekilas dalam buku “Penyambung Lidah Rakyat” karya Cindy Adams. Dalam buku yang berisi hasil wawancara wartawan Amerika yang pernah bertugas di Jakarta pada 1960-an itu, Bung Karno mengatakan:“Namaku ketika lahir adalah Kusno. Aku memulai hidup ini sebagai anak yang sakit-sakitan. Aku terkena malaria, disentri, semua penyakit dan setiap penyakit. Bapak berpikir, namanya tidak cocok. Kita harus memberikan nama lain supaya tidak sakit-sakitan lagi.”

Kisah tentang penyakit dan perubahan nama kecil Bung Karno itulah yang dibeber cukup banyak dalam buku karya Dian Sukarno ini. Kusno kecil mulai sakit-sakitan setelah ayahnya, Raden Soekeni, yang menjadi guru dimutasi oleh Pemerintah Hindia Belanda dari Surabaya ke Ploso, Jombang.

Saat itu, Kusno masih berusia enam bulan. Pindah ke daerah kering dan berkapur di deretan Pegunungan Kabuh, bayi Kusno menjadi sering sakit-sakitan. Bahkan, suatu ketika sampai pada masa kritisnya dan nyaris meninggal. Inilah yang membuat orang tuanya, Raden Soekeni dan Idayu Nyoman Rai Srimben, kebingungan

Di saat itulah Soekeni mendengar keberadaan seorang berkemampuan lebih yang sering dimintai tolong warga sekitar kala kesusahan.

Termasuk, kala mendapatkan penyakit. Orang-orang menyebutnya dengan nama Denmas Mendung. Tinggalnya di Kedungpring, Kabuh. Berjarak sekitar empat kilometer dari tempat tinggal Soekeni.

Dalam keadaan kritis, bayi Kusno yang belum genap setahun digendong Soekeni untuk dilarikan ke rumah Denmas Mendung. Ditemani seorang tetangga, mereka menaiki dokar menembus jalanan hutan Kapur.

Sesampaiainya di sana, Soekeni menunggu di luar. Bayi Kusno di bawa masuk kepada Denmas Mendung oleh tetangganya. Orang ‘sakti’ yang asaI usulnya misterius bagi penduduk sekitar itu bersedia menolongnya. Namun, dia mempunyai syarat. Yakni, jika Tuhan berkehendak untuk menyembuhkannya, ia ingin mengambil bayi Kusno sebagai anak angkatnya. Selain itu, nama Kusno harus diganti karena nama tersebut terlalu berat bagi sang bayi.

Soekeni tidak keberatan. Hingga, singkat cerita, lewat tangan Denmas Mendung, Tuhan menyembuhkan bayi Kusno yang kala itu sudah tidak bisa apa-apa dan nyaris meninggal.

Soekeni pulang dengan hati girang bukan kepalang. Dia tak henti-hentinya bersyukur kepada Tuhan. Kabar gembira itu pula yang langsung disampaikannya kepada sang istri, Idayu Nyonian Rai, setiba di rumah.

Idayu pun menyambut penuh syukur. Tapi, dia sangat penasaran dengan sosok Denmas Mendung itu. (adi nugroho/ hid/bersambung).* Diketik ulang dari Jawa Pos Radar  Kediri edisi Minggu 7 Juli 2013

 

      
Tags: 17 agustus 194518 agustus 1945bung karnoindonesiakebangsaankedirikemerdekaan bangsa indonesiakemerdekaan indonesiakemerdekaan republik indonesiakoesnomasa kecil bung karnonasionalismeproklamasiproklamatorrumah bung karnorumah ndalem pojoksitus bung karnosoekarnosukarnowates
Artikel berikutnya
Mintakan Restu Nama Soekarno di Ndalem Pojok

Mintakan Restu Nama Soekarno di Ndalem Pojok

Mocopatan

Mocopatan

Hari Hari Besar Nasional

Hari Hari Besar Nasional

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs Bung Karno

© 2022 Situs Bung Karno - Sumunaring Ndalem Pojok - Pancasila Sudah Final.

Navigasi Situs

  • Ini Kami
  • Kontak
  • id ID
    • en EN
    • id ID

Ikuti Kami

  • Beranda
  • Jati Diri
    • Pengenalan Ndalem Pojok
    • Arti Penting
    • Sejarah itu Pendidikan
  • Situs
    • Kamar Bayi Koesno
    • Kamar Presiden
    • Kamar Masa Muda Soekarno
    • Kopyah Miring
    • Pintu Soekarno
    • Pohon Kantil
    • Pohon Kepuh
  • Kegiatan
    • Mocopatan
    • Hari Hari Besar Nasional
    • Seni Keroncong
    • Seni Tari
    • Seni Karawitan
    • Belajar Sinden
    • Belajar Gamelan
    • Belajar Tari
    • Belajar Teater
    • Upacara 17
    • Upacara 28
    • Sarasehan
    • Santunan
  • Artikel
  • Berita
  • Galeri
  • Login

© 2022 Situs Bung Karno - Sumunaring Ndalem Pojok - Pancasila Sudah Final.

Sugeng rawuh 🙏😊

Login via Google
ATAU

Masukkan username dan password

Lupa password?

Kembalikan Password

Masukkan username atau alamat email untuk mereset password.

Log In

Add New Playlist